RSS

Hotel Tarabunga, Nasibmu Kini

22 Mar

Hotel Tarabunga, Nasibmu Kini

Loket Hotel Voucher

MI/Bantor Sihombing

KUMUH, tua, berdebu dan kurang terawat. Kesan itu sangat kuat ketika memasuki Hotel Tarabunga. Letaknya persis di tepi Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Hanya ada beberapa kursi di ruang tamu lobi dan rak penyimpanan kunci dekat resepsionis. Persis dekat jendela hotel, tampak Danau Toba yang sedang berombak, dengan beberapa anak berenang di pantai.

Marudin Sianipar, 62, hanya sendirian di lobi Hotel Tarabunga. Telah beberapa tahun ia hanya sendiri melayani tamu yang menginap di sana. Karyawan hotel lainnya telah diberhentikan, setelah terpuruknya pariwisata di Danau Toba sejak 1998.

Tak pelak, pria dengan lima anak ini merangkap sebagai manajer, roomboy, resepsionis, dan house keeping. Dulunya hotel itu, ketika jaya, memiliki dua bangunan yang terpisah. Hotel induk dengan 42 kamar, sekitar 200 meter dari hotel yang masih beroperasi dengan 28 kamar.

Namun, tak satu pun pengunjung Pesta Danau Toba yang menginap di hotel ini. Tarabunga hanya menerima limpahan dari hotel lain, atau pengunjung setia yang memiliki kisah dengan penginapan itu.

Tidak mengherankan kalau Sianipar lebih sering melamun sendirian, menunggu tamu yang tak kunjung datang. ”Pesta Danau Toba tak lagi membius turis. Entah apa yang salah.”

Saat ini hotel dan penginapan sangat minim tingkat huniannya. Jamonang Saragih, General Manager Siantar Hotel, mengatakan paling hanya empat event besar yang ramai pengunjung, yakni Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan Imlek. Minimnya kunjungan wisatawan itu berdampak ke sektor lain, seperti rumah makan, angkutan, dan jasa layanan lainnya. Event Pesta Danau Toba tidak memengaruhi kunjungan wisatawan asing ke Danau Toba dan Samosir. Manajer Hotel Toledo, Samosir, Ranti Tobing mengatakan turis lokal yang banyak datang.

General Manager Hotel Niagara Parapat, Cahyo Pramono, mengatakan setelah libur Idul Fitri, tingkat hunian hotel di Parapat sekitar 20%. Di Hotel Niagara, hunian hotel 15%-20%.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Simalungun Karles Sitanggang mengatakan ada 1.201 kamar yang tersedia di Parapat. Satu hotel dengan klasifikasi bintang 4 dengan 179 kamar, satu hotel bintang 3 dengan 97 kamar, 3 hotel bintang 2 dengan 161 kamar, dan 4 hotel bintang 1 dengan 274 kamar. Di luar itu, ada 490 kamar, yang terdiri dari nonbintang, penginapan, dan perumahan yang menerima tamu.

Di sisi lain, Ketua DPP Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Ben Sukma, mengatakan kunjungan wisman ke Sumut masih jauh dari pencapaian di era 90-an yang mencapai 500 ribuan orang.(BS/San/Ol-5)

sumber : mediatravelista/MI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 22, 2011 in Informasi Hotel

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: